Kamis, 05 November 2009

Hayu urang make basa Sunda euy!!!

Urang Sunda Kudu Make Basa Sunda!!

Orang Sunda dikhawatirkan melupakan penggunaan bahasanya sendiri seiring dengan adanya kecenderungan generasi muda dari suku tersebut lebih suka menggunakan bahasa nasional yang dipadukan dengan bahasa Betawi.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, H Sugianto, seusai memberikan sambutan pada Saba (Safari) Sastra Panglawungan Pangarang Sastra (PP-SS) 2009, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung.

“Kondisi ini sangat kelihatan sekali di daerah perkotaan, dimana para remaja kalau berbicara dengan sesamanya menggunakan Bahasa Indonesia, yang dicampur dengan bahasa daerah Betawi,” kata Sugianto.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar ini, kekhawatiran tersebut bisa hilang bila semua potensi yang ada memiliki niat serta keinginan yang kuat untuk melestarikannya.

Masalah bahasa, adalah masalah budaya. Karena itu sangat efektif bila dalam upaya melestarikan bahasa Sunda ditempuh melalui pendidikan dengan memaksimalkan kurikulum bahasa Sunda.

Selain kurikulum yang ada belum maksimal mengakomodasikan upaya pelestarian bahasa Sunda, juga tidak semua jenjang pendidikan memasukkan bahasa Sunda dalam kurikulumnya.

“Bahkan, lebih efektif kalau bahasa Sunda ini dijadikan mata pelajaran ekstra kurikuler, seperti halnya Pramuka atau ekstra PMR, dan ekstra kurikuler lainnya,” kata Sugianto.

Selain melalui pendidikan, upaya pelestarian dan penggunaan bahasa Sunda, juga perlu mendapat dukungan pihak lainnya, misalnya dalam beberapa kegiatan di masyarakat dan pemerintahan, para pemukanya berbicara menggunakan bahasa Sunda.

“Seperti di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, bupati telah menganjurkan kepada seluruh pejabat, hingga stafnya, menggunakan bahasa Sunda, setiap hari Jumat, sekali pun dalam rapat resmi,” kata Sugianto.

Pelestarian bahasa Sunda, bisa juga dilakukan di dalam lingkungan yang lebih kecil lagi, yakni di lingkungan keluarga, dengan cara melakukan komunikasi antarsesama anggota keluarga menggunakan bahasa Sunda.

Sumber: Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar